Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2012

"skenario" Tuhan

Beberapa tahun yang lalu tepatnya diawali dengan obrolan singkat di pagi hari, tetangga yang juga sahabat saya Hanna berkelakar "Apa madiun udah punya komunitas film?", nampaknya belum ada, ujarku singkat kala itu. Di daerah Purbalingga yang daerahnya notabene bukan kota besar, geliat film sangatlah besar. berangkat dari situ, kami merasa iri dengan kota Purbalingga, Madiun yang kotanya memang juga bukan kota besar tapi juga bukan kota yang tertinggal sudah saatnya masyarakatnya melek tentang film pikir kami. Kami lalu mencari data-data tentang perfilman lalu mulai mencari-cari orang yang merasa sevisi dengan kami. Kami ini bukanlah orang ahli di dunia perfilman tapi kami adalah pemuda yang merasa gelisah dengan keadaan kota Madiun yang monoton dan ingin mengenalkan bahwa film-film pendek dan film independen buatan anak Indonesia atau negara lain itu sangatlah keren (film gak sebatas ada yg diputer di bisokop kok?) kami patah arang, kami belum menemukan orang-orang yang mele...

melihat "Rokok"

Gambar
Mungkin kalo dilihat paru-paru saya sekarang berwarna abu-abu, hehehe. Saya bukan perokok loh, eh perokok sih perokok pasif tapinya. Ya maklum aja sih temen bergumul saya akhir-akhir ini adalah laki-laki yang emang doyan banget sama rokok. well,  saya gak mau melihat rokok dari sudut pandang yang kecil yang cuma sebatang ataupun cuma satu pack , tapi saya mau melihat rokok dari segi industri... Gaya bgt kan? *ditimpukin Industri rokok di Indonesia ini melalui cukai rokok udah menyumbang penerimaan negara sebesar 77 triliun tahun 2011. Bayangin men, kalo usaha rokok ini yang mulai dari petani tembakau, industri rokok juga membawahi nasib penyuplai pupuk, pabrik rokok, buruh, tenaga pengangkut, pedagang rokok, babrik lem, pabrik kertas, dan lain-lain kata Fahmi Idris mantan menteri perindustrian  (duniaindustri.com), sampai pedagang rokok kaki lima yang jualnya aja ngecer ini masih dibuat "main-main" sama pemerintah lewat RPP tembakau yang isinya merugikan petani tembakau d...

kalo udah suka . . .

Pernah denger istilah " passion " gak? Yap, beberapa waktu lalu saya membaca bukunya Rene Suhardono yang memang membahas tentang hal tersebut. Jadi menurut Rene CC >> " so passion is thing that you really-really love doing. your passion is your strength. and your strength is not about what you're good at. it is about what you enjoy the most. " Jadi passion itu merupakan sesuatu yang emang bener-bener kalian sukai. kalian bakalan merasa menikmati banget apa yang kalian kerjakan. Menurut saya kata kuncinya itu pertama harus ada SUKA dulu, semua yang dilakuin karena kalian suka rasa capeknya itu gak bakalan kerasa bgt. Ada sih rasa capek, tapi itu bakalan jadi bagian yang emang harus dilewatin buka sesuatu untuk dikeluhkan. Kaya pacaran gitu low, kalo kalian udah cinta maka kencan yang mesti jauh melewati puluhan kilo meter bakalan tetep dihajar kan? :) Kaya yang baru banget saya rasakan. Tentang loyalitas dan konsekuensi dari apa yang sudah dikerjakan  ...

catatan kecil tentang motor dan hujan

kemarin malam saya kehujanan, memang Madiun dan mungkin daerah-daerah lain juga sedang memasuki musim penghujan. saat itu saya merasa sedikit kesal, karena motor yang saya naiki tadi baru saja siangnya saya cuci. saya mencucinya sendiri, tanpa memakai jasa di pencucian motor low. jadi mungkin wajar jika saya agak kesal saat itu. tapi kemudian setelah menghangatkan diri dengan secangkir susu dan duduk di kursi tamu saya berpikir, bukannya ini memang lagi sering-seringnya hujan ya? jadi ya sebisa mungkin saya harus siap jika motor yang baru saja dicuci itu kotor lagi, karena terjerembab diantara genangan air yang bercampur dengan tanah memang akan membuat motor gampang terlihat jorok. lalu seperti biasa, pikiran saya sedikit beranjak. muncul analogi yang membuat diri saya sendiri tersentil. bukankah motor yang abis dicuci lalu keujanan itu resiko?? kita gak bakalan tau kan kalo sejam atau beberapa jam kemudian hujan turun dan membuat motor kita menjadi kotor? sama aja halnya dalam menjal...

"WISH"

yap, wish ....setiap hari keliatannya kita punya berbagai macam wish deh yg secara sengaja atau gak sengaja kita sebutin. well, gak masalah juga kan kita punya banyak wish . tapi juga mesti inget kalo gak semuanya itu bakalan jadi nyata. masing-masing orang selalu punya wish -nya sendiri. gak peduli laki ato perempuan, tua atau muda semuanya punya sesuatu yang ingin diwujudkan. tapi menurut pengalaman saya sendiri, tiap-tiap wish itu kadang berubah atau mengikuti timing atau waktu yang ada didepan mata. iya, yang dulunya waktu kecil kita suka kepengen yang aneh-aneh dan bisa dibilang gak masuk akal tapi makin kesini kita jadi makin tahu mana wish yg masuk akal? iya, secara faktor umur atau kedewasaan seseorang yang berusaha bijak supaya wish- nya bisa beneran kesampean. hayo, ada kan ya yg waktu kecil dulu pengen bgt jadi sailor moon ato yang sampe sekarang masih ngebet punya doraemon. coba mana suaranya?? kok pada diem, oke ternyata kalian yang baca ini laki-laki jadi ya gak ada y...