melihat "Rokok"

Mungkin kalo dilihat paru-paru saya sekarang berwarna abu-abu, hehehe. Saya bukan perokok loh, eh perokok sih perokok pasif tapinya. Ya maklum aja sih temen bergumul saya akhir-akhir ini adalah laki-laki yang emang doyan banget sama rokok. well, saya gak mau melihat rokok dari sudut pandang yang kecil yang cuma sebatang ataupun cuma satu pack, tapi saya mau melihat rokok dari segi industri... Gaya bgt kan? *ditimpukin
Industri rokok di Indonesia ini melalui cukai rokok udah menyumbang penerimaan negara sebesar 77 triliun tahun 2011. Bayangin men, kalo usaha rokok ini yang mulai dari petani tembakau, industri rokok juga membawahi nasib penyuplai pupuk, pabrik rokok, buruh, tenaga pengangkut, pedagang rokok, babrik lem, pabrik kertas, dan lain-lain kata Fahmi Idris mantan menteri perindustrian (duniaindustri.com), sampai pedagang rokok kaki lima yang jualnya aja ngecer ini masih dibuat "main-main" sama pemerintah lewat RPP tembakau yang isinya merugikan petani tembakau dan semua yang terlibat didalamnya. Apa pemerintah bisa membuat lapangan pekerjaan pengganti untuk mereka yang jumlahnya diperkirakan 24,4 juta orang ini? (jaringnews.com). Tapi kalo ada yang ngotot rokok itu cuma merugikan karena memicu berbagai macam penyakit atau apapun itu yang jelek-jelek. Saya bisa minta sponsor gak ke kalian kalo kita lagi ngadain acara? Lihat deh baliho, spanduk, poster apapun yang nongol di acara konser-konser musik papan atas kan hampir dipastiin dari rokok kan? Iya ada dari provider, minuman ringan ato yang laennya tapi coba dibandingin presentasenya deh.
Jadi kalo yang bisa ngemongin kejelekan rokok tapi gak bisa ngasih solusi untuk nambel pendapatan negara yang segitu jumlahnya mending kalian gak usah naif deh. Pengalaman baru bagi saya bekerjasama dengan produk rokok, sebut saja X. saya gak tau keuntungan mereka apa atau bagaimana yang jelas bagi saya, mereka itu udah membantu dengan mau jaid sponsor buat komunitas kami yang baru ecek-ecek lah istilahnya. Soalnya nyari sponsor itu ternyata gak gampang sih ya? trust ato kepercayaan yg udah mereka kasih ke kita itu buat saya belajar memandang rokok dari sudut pandang yg lain, yaitu secara industri maksudnya. sekali lagi saya ini bukan perokok low ya.  :p
di Indonesia ini merokok bisa dibilang udah jadi budaya kalau mau ekstrem low ini. Lihat deh kalo lagi main ke desa-desa pasti ada banyak embah kakung (orang laki-laki yg udah tua) yg ditemenin rokok dan segelas kopi. dimanapun kita pasti nemuin perokok, ditempat yang dilarang sekalipun pasti ada yang nyolong-nyolong nyalain rokoknya. Iya gak sih? rokok hampir jd gaya hidup walopun bukan cerminan 100% dr seluruh warga di Indonesia ini. Tapi 61,4 juta penduduknya adalah pengkonsumsi tembakau ini menurut tempo.
Yang perlu diperhatiin sih menurut saya buat perokok itu juga harus menghormati hak orang lain aja sih yang masih anak-anak, ibu hamil dan orang-orang yg mau bebas dari asep rokok. Kesadarannya aja untuk tahu diri, soalnya kalau nunggu kebijakan aturan pemerintah juga pada gak peduli. Jadi ya sadar diri dan tahu tempat aja kalo lagi ngerokok. maka saya bisa memberi kesimpulan keberadaan rokok itu masih tetep jd polemik banget deh, ibarat sekeping mata uang yang punya dua sisi, negatif dan positif. Jadi gimana solusinya saya sih juga belom ngerti. 

*ini tulisan terlama yg sy ketik, karena perlu data valid untuk menggambarkan realita sebenernnya..hihiihiii

Komentar

Postingan populer dari blog ini

'gething-nyanding'

HADIAAAAAAH

Dirgahayu Mas Egiiiii