Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

antara bulan Februari, cinta dan memasak

Gambar
Selamat bulan Februari rekan sejawat... Bulan cinta, katanya. Memang! Karena pernikahan saya dan suami memang dilangsungkan di bulan Februari ini, hihiiii. Izinkan saya bercerita tentang sekelumit rangkuman dari 3 tahun pernikahan kami, yang alhamdulillah adalah salah satu “best part” dalam hidup saya. Bersyukur sekali bisa menikah dengan orang yang kita cintai. Mengutip dari Sujiwo Tedjo yang pernah menulis bahwa ”Menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kamu bisa berencana menikah dengan siapa, tapi tak bisa kau rencanakan cintamu untuk siapa.”. Lalu bukankah saya dapat menyimpulkan orang yang menikah dengan orang yang dicintai itu adalah orang yang paling bahagia. Hmmm.... memang ada orang menikah dengan orang yang tidak dicintai?? *sila jawab dengan nurani kalian masing-masing ;p (karena tidak akan saya bahas disini). Bercerita tentang menikah, apalah saya yang baru seumur jagung mencecap mahligai rumah tangga ini dibanding rekan-rekan sekalian pasti yang sudah lebih dari sa...

Belajar dari Kopi

Gambar
Oke untuk memenuhi janji saya di tulisan sebelumnya, saya yang akan bercerita tentang kopi. Bukan, bukan tentang jenis-jenis dan dari mana kopi itu berasal ya? Kalo itu silakan anda googling sendiri. Saya akan menulis tentang kopi yang saya pesan kala itu di Rumah Kopi Ranin. Malam itu saya memesan kopi hitam Mandailing, hanya kopi polos saja tanpa susu bahkan tanpa gula. Sementara pak suami memilih ice capucino, tentu saja capucino tersebut berisi kopi dan campuran susu serta gula sebagai pelengkap jika suka manis. Kami saling mencicipi (oh, saling mencicipi?? Terlihat janggal saudara ya? Maksudnya saya mencicipi ice capucino dan suamipun mencicipi kopi Mandailing yang saya pesan) Dari kopi yang saya pesan saya belajar tentang menghargai selera. Tidak ada yang salah mengenai selera. Banyak di luar sana yang menasbihkan bahwa pecinta kopi hanya eksklusif dan melulu tentang kopi hitam polos. Bagi saya tidak, menikmati kopi bisa dari manapun. Tidak ada yang seharusnya ...

Cerita Malam Minggu

Selamat tahun baru 2018 gaes, lama tak menengok blog ini membuat rasa rindu itu hinggap. Ternyata konsisten menulis itu susah ya?! 2017 masih belum rutin nulis setiap bulan, semoga saja 2018 bisa rutin menulis (gini kok cita-citanya pengen bikin buku, cih!). Cukup ya basa-basinya,,hehehe... Mau cerita tentang malam minggu saya kemaren nih, yang menurut saya cukup berkesan. Mungkin bagi kalian ini terlihat remeh temeh, tapi bagi saya ini menyenangkan. Malam minggu kemaren saya dan suami pergi ke Bogor, udah lama saya gak jalan ke Bogor. Sesimpel itu alasan kami pergi. Berbekal googling tempat ngopi, ketemulah kami pada suatu tempat yakni Rumah Kopi Ranin yang terletak masih di pusat kota Bogor sehingga tidak sulit untuk menemukannya. Jarak Bogor dari rumah kami tidak jauh, mungkin 20 menit saja jika jalanan lancar. Malam itu kami pergi dengan berboncengan sepeda motor, lengkap dengan jaket karena angin malam terlalu jahat dan kami yang sudah terlalu jompo, haha. Kami pergi puku...