Belajar dari Kopi

Oke untuk memenuhi janji saya di tulisan sebelumnya, saya yang akan bercerita tentang kopi. Bukan, bukan tentang jenis-jenis dan dari mana kopi itu berasal ya? Kalo itu silakan anda googling sendiri. Saya akan menulis tentang kopi yang saya pesan kala itu di Rumah Kopi Ranin.

Malam itu saya memesan kopi hitam Mandailing, hanya kopi polos saja tanpa susu bahkan tanpa gula. Sementara pak suami memilih ice capucino, tentu saja capucino tersebut berisi kopi dan campuran susu serta gula sebagai pelengkap jika suka manis. Kami saling mencicipi (oh, saling mencicipi?? Terlihat janggal saudara ya? Maksudnya saya mencicipi ice capucino dan suamipun mencicipi kopi Mandailing yang saya pesan)




Dari kopi yang saya pesan saya belajar tentang menghargai selera. Tidak ada yang salah mengenai selera. Banyak di luar sana yang menasbihkan bahwa pecinta kopi hanya eksklusif dan melulu tentang kopi hitam polos. Bagi saya tidak, menikmati kopi bisa dari manapun. Tidak ada yang seharusnya merasa “lebih spesial” dari siapapun. Bisa saja kita menikmati kopi dengan kopi sachet yang diseduh di gelas air mineral plastik itu.






Setiap manusia memiliki selera, manusia memiliki akal tak harus menjadi bebal, manusia memiliki hati untuk saling menghormati...
Selamat sore, mari mengopi  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

'gething-nyanding'

HADIAAAAAAH

Dirgahayu Mas Egiiiii