Cerita Malam Minggu
Selamat tahun baru 2018 gaes,
lama tak menengok blog ini membuat rasa rindu itu hinggap. Ternyata konsisten
menulis itu susah ya?! 2017 masih belum rutin nulis setiap bulan, semoga saja
2018 bisa rutin menulis (gini kok cita-citanya pengen bikin buku, cih!). Cukup
ya basa-basinya,,hehehe...
Mau cerita tentang malam minggu
saya kemaren nih, yang menurut saya cukup berkesan. Mungkin bagi kalian ini
terlihat remeh temeh, tapi bagi saya ini menyenangkan. Malam minggu kemaren
saya dan suami pergi ke Bogor, udah lama saya gak jalan ke Bogor. Sesimpel itu
alasan kami pergi. Berbekal googling tempat ngopi, ketemulah kami pada suatu
tempat yakni Rumah Kopi Ranin yang terletak masih di pusat kota Bogor sehingga
tidak sulit untuk menemukannya. Jarak Bogor dari rumah kami tidak jauh, mungkin
20 menit saja jika jalanan lancar.
Malam itu kami pergi dengan
berboncengan sepeda motor, lengkap dengan jaket karena angin malam terlalu
jahat dan kami yang sudah terlalu jompo, haha. Kami pergi pukul 8, saya merasa
seperti nostalgia dijemput pacar saat malam minggu, sungguh rasa yang sudah lama
tak saya rasakan dan mungkin hampir lupa. Karena FYI pernikahan kami ini akan
mencapai usia 3 tahun di Februari nati, kasih selamat dulu dong! (maksa).
Kadang kita memang harus
melakukan hal-hal seperti itu, hal-hal yang lama sudah tidak kita lakukan dan tentunya
membuat kita senang. Hal-hal seperti itulah yang membuat kita merasa “jatuh
cinta” lagi (teeeet, anda mengulang kata hal-hal sampai 3x). Bukan maksudnya
sekarang tidak cinta, tapi rasa yang ada di awal-awal yang mebuat kita
deg-degan saat bareng si dia ini loh yang mungkin sudah hilang. Dimana waktu
dulu berasa kaya ada kupu-kupu di perut pas ketemuu doi. Meskipun sekarang udah
tahu lah ya gimana jeleknya pasangan, wkwkwkwk.
Di perjalanan menuju Bogor sempat
turun hujan, lalu kami menepi. Tidak ada rasa marah saat ternyata malam ini
hujan bersekongkol dengan para jomblo. Kami memilih meneduh di samping warung
bakso sambil menertawakan hal-hal bodoh. Selang sebentar kami memutuskan
melanjutkan perjalanan dengan memakai jas hujan plastik, beruntung karena hanya
gerimis yang menemani perjalanan kami. Kerlap-kerlip lampu yang terpantul di
basahnya aspal membuat suasana sedikit romantis. Aaah, saya suka perjalanan
ini!
Cukup 1,5 jam kami di Rumah Kopi
Ranin ini, memesan kopi dan makanan ringan tentunya. Seperti pasangan pada
umumnya, tak hanya mengobrol kami juga sibuk dengan gadget masing-masing untuk
sekadar “pamer di sosmed”. Tulisan tentang Rumah Kopi Ranin mungkin akan saya
tuliskan di postingan berikutnya :P (biar kaya bloger beneran gitu).
Waktu sudah menunjukkan pukul
21.30, kami pun kembali pulang. Cinderella harus sampai rumah sebelum jam 12
malem kan??? Hihiiii... malam minggu kemarin bisa jadi merupkan malam minggu
terbaik saya. Kembali merasakan “malam minggu” atau apalah itu caranya bisa
menjadi alternatif cara untuk jatuh cinta lagi pada pasangan. Lakukan lah hal-hal
yang membuat lentera itu tetap menyala, walaupun sesekali lentera itu hampir
padam tertiup angin tapi tangan-tangan kalian lah yang harus bersama-sama untuk
menjaganya ;))
Komentar
Posting Komentar