Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

lemburrrrr

hai, selamat sore..jam di jakarta sudah menunjukkan pukul 17.30,, posisi sedang dimana?? saya sih masih di kantor, dalam rangka apa? lembur? gak sih, kali ini cuma nemenin suami yang lembur. sebagai istri yang sholihah dan sebenernya males pulang sendiri serta bingung mau ngapain kalau di rumah sendiri, ikutlah saya untuk stay dulu di kantor. semua pegawai nampaknya pernah menjalankan apa itu yang disebut lembur. beberapa hari yang lalu ada seorang teman yang memosting sebuah pernyataan tentang lembur. katanya ~~> "orang yg bekerja sampai larut malam di kantor, bukanlah pekerja keras. melainkan orang yang bodoh yang tidak tahu cara me-manage pekerjaan...." well, kok saya agak gimana gitu dengan pertanyaan tersebut. kita yang bekerja sampai larut malam bukannya tidak bisa memanage waktu. saya yang bekerja sebagai aparatur sipil negara acap kali mendapat disposisi menuju limit waktu pulang. gak mungkin dong gak dikerjain? apalagi kalau pak bos nungguin dan minta segera...

PERPISAHAN

Gambar
Perpisahan, hampir semua orang kiranya membenci perpisahan. Perpisahan identik dengan kesedihan, duka mendalam, yang berlinang air mata sampai 3 hari 3 malam kadang. Perpisahan dengan apapun, siapapun, bagaimanapun, dan dimanapun (mengapa-pun kali ini gak ikutan). Well, kiranya semua manusia di dunia ini hampir pasti pernah merasakan yang namanya perpisahan. Baik dengan mantan pacar (mantan pacar gak ada yang baik kali! :p ,kecuali yg udah dijadiin suami/istri sih), dengan bos, teman, peliharaan (ingat, konotasikan ini dengan hewan dan bukan yang lain). Perpisahan dengan siapapun, terlebih dengan orang yang “dekat” akan membuat kita sulit move on. Kita mungkin pertama kali akan menyesali dengan perpisahan itu sendiri. Padahal jika dirunut semua ini sebenarnya bukan salah “perpisahan” kok, perpisahan itu merupakan akibat dari adanya pertemuan. Pertemuan yang tidak disengaja di toko buku saat mengambil buku yang sama mungkin, lalu berlanjut dan berlanjut walau akhirnya berpisah. Ataupun...

BOSAN berjanji

Nampaknya saya sudah bosan, bosan untuk berjanji. Berjanji untuk konsisten menulis di sini. Di blog ini. Saya mulai jengah dengan ketidakkonsistenan saya sendiri. Atas nama alasan apapun bahkan. Maka saya rasa, saya tidak perlu berjanji apapun, toh tidak ada yang akan menagih tulisan saya. Saya hanya perlu menyiapkan tulisan lebih banyak dan otak yang lebih aware , hanya karena saya rasa menulis itu perlu dan disinilah saya bisa menuliskan tentang apapun. Mungkin dengan begini nampaknya akan lebih leluasa bagi saya dalam menulis, tanpa (sok) merasa bersalah ketika ide-ide liar menggelayuti benak saya dan dengan terpaksa hal itu hilang entah kemana karena ke-sok-sibukan saya. Saya adalah tipe orang yang bisa dianggap konservatif, harus menulis di depan laptop atau PC . Susah bagi saya untuk menuliskan blog di smart phone. Inilah hambatan bagi saya, ketika tiba-tiba ide muncul dengan sekonyong-konyongnya namun saya tidak sedang berda di dekat laptop atau PC . Mungkin seharusnya saya...

ini soal CITA RASA bung!

pagi tadi saya sarapan bareng suami. kami berdua sepakat untuk sarapan mi, iya "Indomie". warung langganan kami kebetulan tutup, entah karena konspirasi hari kejepit mungkin banyak warung yang pada tutup. karena kami berdua lagi pengen (pengen makan mi yak! harus dipertegas bukan pengen yang lain :p) maka berjalanlah kami mencari penjual mi. saya pesen mi goreng dan suami pesen mi rebus. beberapa menit pesanan kami datang. tapi kecewalah saya dengan mi yang disajikan. mi goreng saya ada kuahnya, dan mi punya suami masih belum terlalu matang. hiks, sedih :'( ini bukan masalah indomie yang kurang pas atau tentang kesedihan saya, tapi ini tentang cita rasa. sebut saja saya lebay, tapi bapak penjual indomie ini nampaknya kurang paham dengan apa itu yang namanya cita rasa. bahwa indomie adalah bukan sekedar bagaimana cara memasak dengan mudah, namun bagaimana cita rasa dalam pengolahan itu sendiri. banyak yang mengira jika membuat indomie adalah soal remeh temeh. dengan mer...

kembali

kangeeeeeeeeen!!!!! setelah sekiaan berjuta abad tidak me(nyempat)kan lagi untuk menulis, hasrat itu kini kembali menggebu.entah untuk sesaat atau bahkan hanya sekelebat. saya menulis dengan status baru, bukan disamakan atau terakreditasi tentunya. tapi status baru saya adalah sekarang saya bukanlah lila lagi, saya adalah "nyonya Sopiani". yap, saya sudah tidak perawan lagi tentunya, karena beberapa bulan yang lalu sudah ada lelaki yang sudi meminang saya. menikah ialah salah satu step kehidupan yang mungkin tidak semua orang mengalaminya. berbahagialah mereka yang dipertemukan dalam suatu ikatan suci. dan bagi mereka yang sedang mencari, kalian tidak sendiri. lihatlah media sosial yang acap kali mencerca umat jomblo, segera rapatkan barisan. dan pintarlah membaca peluang, jika kalian sesama jomblo dan merasa cocok lalu menikah. akhir kata saya memang merasa bahwa menulis itu ialah sebuah kebutuhan, hanya saja kemalasan sering memenangkan badan ini untuk duduk dan fok...