PERPISAHAN

Perpisahan, hampir semua orang kiranya membenci perpisahan. Perpisahan identik dengan kesedihan, duka mendalam, yang berlinang air mata sampai 3 hari 3 malam kadang. Perpisahan dengan apapun, siapapun, bagaimanapun, dan dimanapun (mengapa-pun kali ini gak ikutan). Well, kiranya semua manusia di dunia ini hampir pasti pernah merasakan yang namanya perpisahan. Baik dengan mantan pacar (mantan pacar gak ada yang baik kali! :p ,kecuali yg udah dijadiin suami/istri sih), dengan bos, teman, peliharaan (ingat, konotasikan ini dengan hewan dan bukan yang lain). Perpisahan dengan siapapun, terlebih dengan orang yang “dekat” akan membuat kita sulit move on. Kita mungkin pertama kali akan menyesali dengan perpisahan itu sendiri. Padahal jika dirunut semua ini sebenarnya bukan salah “perpisahan” kok, perpisahan itu merupakan akibat dari adanya pertemuan. Pertemuan yang tidak disengaja di toko buku saat mengambil buku yang sama mungkin, lalu berlanjut dan berlanjut walau akhirnya berpisah. Ataupun pertemuan yang disengaja, yang sudah dijadwalkan buat COD-an di suatu pusat perbelanjaan. Pasti semua akan berdampak pada perpisahan, entah cepat atau lambat semua hanya masalah waktu (ecieeeeee).
Sebut saja sekarang saya sedang drama, hampir sebagian cewek mungkin suka “drama”. Tapi drama perpisahan ini mengulik hati saya yang terdalam. Berpisah dari 29 orang lainnya selama 75 hari untuk menghadapi suka duka bersama (iya, saya lebay!namanya jg lagi drama). Bermula dari tatapan asing lalu berlanjut kenalan basa-basi sampai akhirnya tahu kebiasaan buruk satu sama lain sangatlah tidak mudah untuk dilupakan begitu saja. Bahkan tak kuasa saya membendung air mata saya, akhirnya leleh juga tadi pagi. Setelah acara ditutup, semua tampak berjabat tangan erat sesekali berpelukan dan saling menyemangati. Hari ini lain dari biasanya, ketika semua terasa berjalan begitu cepat, ketika waktu seakan enggan melambat, ketika semua rasa menjadi dekat mungkin hanya satu doa yang tetap terpanjat...

Mungkin sedikit tulisan ini yang bisa saya bagi.Perpisahan hanya masalah jarak dan waktu, tapi hati ini tetap kalian tinggali. Ketika kangen sedang menyapa ingatlah 75 hari yang lalu, setidaknya kenangan akan membawa kalian sedikit tersenyum mengingat apa yang pernah kita lakukan.


Salam hangat, Lila “Dian Sastro” (siap-siap ditimpuk)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

'gething-nyanding'

HADIAAAAAAH

Dirgahayu Mas Egiiiii