Libur Banyak Berbanding Lurus dengan Banyaknya Pengeluaran
Siapa yang pengeluarannya
tiap week end justru leih banyak ketimbang week days hayo?? Hampir dari kita
semua gak sih yang ngerasain hal itu?
Kalau week days kita bisa “menahan” dengan makan yang es te de aja alias standar, tapi
kalau week end biasanya justru kita dendam dan banyak menghabiskannya dengan nongkrong-nongkrong
cantik, dengan budget sekali makan pasti diatas seratus ribu lah ya... Gak salah
kok emang menyenangkan diri sendiri itu. Tapiii mesti tahu ngeremnya juga ya
gaes!
Boleh-boleh aja kok
jajan di mall, makan di cafe yang mahal. Semua itu saya sebut kebutuhan tertier,
yaitu bisa dilakukan ketika kebutuhan primer dan sekunder kita tercukupi. Boleh
ngopi yang seharga lima puluh ribuan itu tapi ketika udah bayar cicilan rumah,
listrik, atau apapun yang menjadi kebutuhan pokok kita. (tapi kalo ngopi jadi
kebutuhan pokok kalian, bebas aja yha!). Ribet ya kesannya mau ngopi aja?? Eits,
saya lebih suka ribet sekarang daripada nanti pas masa tuanya saya masih
bingung mau tinggal dimana. Gitu lo gaes!
Ngeliat bulan April kemaren
yang banyak tanggal merah misalnya, pasti cukup bikin kita merogoh kantong
lebih dalam ya?? Libur emang bikin happy, tapi kalau kebanyakan libur kan pasti
juga perlu fulus juga cyiiin! Kecuali kalian emang mau bobok-bobok manja aja di
rumah sambil liat dvd plus ngopi n makan gorengan. Eitsss...dvd, kopi, dan
gorengan pun dibeli pakai uang kan ya??? hehehee... Jadi gimana gaes bulan April
kemarin masih sempet nabung gak? Atau boro-boro nabung, yang ada malah “nyomot”
duit tabungan. :p
Apakah kalian setiap mau liburan masih membobol tabungan?? Jika itu yang terjadi kayanya ada yang salah dengan
financial planning kita... Aish, sedaaaap bahasanya! Yuk lah mulai dibiasain
membagi kebutuhan dengan menyimpannya di beberapa tempat. Tempatnya bebas mau
di rekening, celengan, bawah bantal atau mana saja, asal aman. So, pas mau
liburan udah ada posnya sendiri dan uang tabungan yang tujuannya dari awal emang
buat saving atau inves tidak akan terganggu. Semua riang, semua senaaaaang...
Note: Tulisan ini menurut
sudut pandang golongan kelas menengah (*ngehek gak ya???), bukan pakar ekonomi hanya praktisi...
Komentar
Posting Komentar