"skenario" Tuhan
Beberapa tahun yang lalu tepatnya diawali dengan obrolan singkat di pagi hari, tetangga yang juga sahabat saya Hanna berkelakar "Apa madiun udah punya komunitas film?", nampaknya belum ada, ujarku singkat kala itu. Di daerah Purbalingga yang daerahnya notabene bukan kota besar, geliat film sangatlah besar. berangkat dari situ, kami merasa iri dengan kota Purbalingga, Madiun yang kotanya memang juga bukan kota besar tapi juga bukan kota yang tertinggal sudah saatnya masyarakatnya melek tentang film pikir kami. Kami lalu mencari data-data tentang perfilman lalu mulai mencari-cari orang yang merasa sevisi dengan kami. Kami ini bukanlah orang ahli di dunia perfilman tapi kami adalah pemuda yang merasa gelisah dengan keadaan kota Madiun yang monoton dan ingin mengenalkan bahwa film-film pendek dan film independen buatan anak Indonesia atau negara lain itu sangatlah keren (film gak sebatas ada yg diputer di bisokop kok?)
kami patah arang, kami belum menemukan orang-orang yang melek film selama beberapa tahun. Ide-ide kami hampir menguap.apalagi teman saya, Hanna itu melanjutkan studinya di malang. Tinggalah saya yang sendiri di kota Madiun. nampaknya waktu berjalan berkonspirasi dengan keadaan. sekitar bulan Agustus saya main twitter, Dan disana terdapat account baru yg mengulas tentang kondisi Madiun. iseng saya mulai bertanya tentang apa ada komunitas film. Lagi-lagi tak ada tanggapan dari followers tapi si admin malah support banget kalo ada komunitas film. Lalu kami bertemu atau bahasa gaulnya kopdar alias kopi drat. Saya dan admin asli Madiun banyak berdiskusi tentang komunitas-komunitas di Madiun.
Semangat saya kembali merekah, komunitas film akan mulai saya rintis dengan berkonsultasi sama teman saya Hanna itu. Kami mulai membuka file-file yang lama tersimpan di komputer. tapi ditengah jalan saya mendapat berita kalau saya diterima kerja di Jakarta, lagi-lagi saya gamang. Belum juga komunitas saya dirikan, hambatan kembali datang. Tapi ternyata rencana Tuhan selalu indah itu betul.
Disuatu acara yang diselenggarakan oleh #AsliMadiun saya dikenalkan oleh pihak Djar**m yg akan menyelenggarakan pemutaran film indie di suatu kampus. Datanglah saya seorang diri dan penuh semangat. karena saya datang lebih awal, saya iseng duduk di bangku sebuah outlet minuman. Disanalah saya tidak sengaja mencuri dengar tentang anak-anak yang ingin memprodukdi film. Ngobrolah kami panjang lebar, ternyata mereka sudah memproduksi beberapa film pendek. Tapi mereka masih fokus dengan produksi dan akhirnya bergabunglah saya dengan OTODIDAK films. Sedikit demi sedikit saya belajar tentang film tak hanya produksi tapi kami sudah dengan nekat mengadakan pemutaran. Otodidak films sekarang merupakan sebuah komunitas yang peduli dan cinta terhadap film.
Sekali lagi, skenario Tuhan itu memang yang paling cihuy...
kami patah arang, kami belum menemukan orang-orang yang melek film selama beberapa tahun. Ide-ide kami hampir menguap.apalagi teman saya, Hanna itu melanjutkan studinya di malang. Tinggalah saya yang sendiri di kota Madiun. nampaknya waktu berjalan berkonspirasi dengan keadaan. sekitar bulan Agustus saya main twitter, Dan disana terdapat account baru yg mengulas tentang kondisi Madiun. iseng saya mulai bertanya tentang apa ada komunitas film. Lagi-lagi tak ada tanggapan dari followers tapi si admin malah support banget kalo ada komunitas film. Lalu kami bertemu atau bahasa gaulnya kopdar alias kopi drat. Saya dan admin asli Madiun banyak berdiskusi tentang komunitas-komunitas di Madiun.
Semangat saya kembali merekah, komunitas film akan mulai saya rintis dengan berkonsultasi sama teman saya Hanna itu. Kami mulai membuka file-file yang lama tersimpan di komputer. tapi ditengah jalan saya mendapat berita kalau saya diterima kerja di Jakarta, lagi-lagi saya gamang. Belum juga komunitas saya dirikan, hambatan kembali datang. Tapi ternyata rencana Tuhan selalu indah itu betul.
Disuatu acara yang diselenggarakan oleh #AsliMadiun saya dikenalkan oleh pihak Djar**m yg akan menyelenggarakan pemutaran film indie di suatu kampus. Datanglah saya seorang diri dan penuh semangat. karena saya datang lebih awal, saya iseng duduk di bangku sebuah outlet minuman. Disanalah saya tidak sengaja mencuri dengar tentang anak-anak yang ingin memprodukdi film. Ngobrolah kami panjang lebar, ternyata mereka sudah memproduksi beberapa film pendek. Tapi mereka masih fokus dengan produksi dan akhirnya bergabunglah saya dengan OTODIDAK films. Sedikit demi sedikit saya belajar tentang film tak hanya produksi tapi kami sudah dengan nekat mengadakan pemutaran. Otodidak films sekarang merupakan sebuah komunitas yang peduli dan cinta terhadap film.
Sekali lagi, skenario Tuhan itu memang yang paling cihuy...
loh jeng, lha yang di radar madiun kemaren? :D
BalasHapusyg mana ya?soalnya yg ini masuk radar lg sih,
BalasHapushahaaaa *2x critanyeeee