Perubahan Itu Walau Baru Sediikit Tapi Terasa Nyata
Kepanjangan yak judulnya, tapi ya
emang mau nyeritain apa yang memang saya sudah rasain sendiri sih... Jadi
sebagai orang yang menggantungkan diri setiap harinya dengan moda transportasi
masal “KRL”, dengan rute Depok Lama - Tebet dan saya beberapa bulan ini merasakan
benar perubahan yang ada di sekitar Stasiun Tebet.
Mungkin saya memang baru 1,5
tahun ini rutin setiap hari menuju kantor dengan menumpang KRL tetapi makin
kesini daerah Stasiun Tebet menunjukkan perubahannya. Yang dari awalnya
semrawut banget gara-gara masalah mikrolet yang berhenti semau udelnya (mikrolet
gak punya udel kaleee) memang berdampak kemacetan yang luar biasa di daerah ini
lalu ada perubahan yang muncul seperti dibangunnya halte baru trans jakarta sehingga
membuat mikrolet merasa mempunyai saingan karena selama ini mungkin hampir
dimonopoli, kemudian ditutupnya jalur bawah dari Kampung Melayu ke Tebet karena
memang alasan lalu lintas kereta api yang cukup padat, dan yang terakhir yang
membuat saya agak kaget ternyata ada jalur khusus yang dibuat untuk mikrolet 44
agar mereka tidak ngetem di pinggiran jalan yang suka berjajar dari depan Bebek
Kaleyo sampai ujung jalan tebet dalam.
Pelan-pelan dan sedikit-sedikit
perubahan mulai kita rasakan bersama. Perjalanan yang biasanya dulu dari Stasiun
Tebet ke Kuningan ditempuh dengan 30 menit, sekarang sih bisa ditempuh 10
sampai 15 menit saja (dengan catatan perjalanan ini ditempuh pagi hari antara
pukul 06.40-07.00). Walaupun memang masih ada juga kekurangannya, misalnya saja
perjalanan kalau pas sore atau malam hari maka kita sudah tidak bisa berkutik
lagi dengan jahanamnya macet ibu kota (fyi: perjalanan yang biasa 1 jam bisa 2x
lipat atau bahkan 3x lipat), tukang ojek online yang masih suka nunggu penumpang
sembarangan di pinggir jalan, penjaja makanan dan tukang ojek pangkalan yang
suka nangkring di trotoar ini juga yang masih menjadi PR sebenernya sebab mereka
mengambil hak pejalan kaki.
Ini sih opini pribadi saya ya,
yang mengapresiasi kepada siapapun juga yang telah menata Jakarta menjadi lebih
baik. Bukan merupakan pesanan atau titipan terkait Pilkada DKI yang akan
dilakukan bulan depan. Karena toh KTP saya bukan KTP DKI, jadi saya tidak
mempunyai kepentingan apapun untuk mendukung salah satu paslon. Hanya ingin
berbagi pengalaman yang bagi saya menyenangkan di tengah-tengah berita tentang
Jakarta yang banyak diceritkan dari sisi negatif.
“Atas Nama Kaum Pekerja Yang
Mengais Rizkinya di Jakarta Namun Terpaksa Tinggal Di Pinggiran Karena Tidak
Mampu Membeli Rumah Tinggal Di Jakarta Yang Harganya Sudah Gak Masuk Akal”
Komentar
Posting Komentar